Home
Showing posts with label Info Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Info Pendidikan. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

Jelang Ujian Nasional Mendikbud Berharap Orang Tua Siswa Tidak Membuat Ketegangan

Ujian Nasional akan di laksanakan senin 4 april 2016, selama 3 hari untuk tingkat SMA/ MA mulai tanggal 4-6 April 2016, dan Untuk SMK selama 4 hari mulai tanggal 4-7 April 2016.

"Jadi, buat orang tua jangan buat suasana yang menegangkan. buat anak-anak jalani ini dengan tenang dan buat penyelenggara jaga integritas". Ucap Anies

Anies menambahkan bahwa Ujian ini harus dijalani dengan kejujuran, sebab ini untuk mengetahui sejauh mana pencapaian di dapat oleh siswa.

Ia berharap kepada seluruh wali murid yang saat ini putra dan putrinya sedang menjalani ujian Nasional, tidak perlu membuat suasana tegang, biarkan anak-anak belajar dengan tenang, sehingga hasilnya pun bisa maksimal.

Menurut Anies Mantan Rektor Paramadina ini, bahwa hakekatnya Ujian Nasional adalah untuk berkaca, dimana letak kekurangan dan kelebihan kita, Ujian akan selalu di jalani oleh siapa saja, baik itu ujian yang bersama-sama, maupun ujian yang harus di jalani dengan sendiri-sendiri. 

Ujian Nasional tahun 2016 sebagai tolak ukur untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Baca Juga : Plus - Minus UNBK 2016
Read more ...

Monday, January 4, 2016

Mengapa Harus Prakerin Untuk SMK?

PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di Dunia Usaha Atau Dunia Industri dalam upaya pendekatan ataupun untuk meningkatkan mutu siswa – siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya dan juga menambah bekal untuk masa – masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semangkin banyak serta ketat dalam persaingannya seperti di masa sekarang ini.
 Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur tertentu, bagi siswa yang bertujuan untuk magang disuatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun didunia industri setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang digelutinya atau sudah mendapatkan bekal dari pembimbing disekolah untuk memiliki ilmu-ilmu dasar yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau dunia Industri. Alasan utama mengapa para siswa-siswi harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri tidak mengalami kendala dalam penerapan Ilmu Pengetahuan dasar yang kemungkinan besar dalam proses praktek kerja industri mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan di Lembaga Kejuruan terkait.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini diharapkan setiap siswa – siswi mampu mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang dilakukan di dunia Usaha ataupun di dunia Industri agar siswa – siswi tersebut dapat mencapai serta mendapatkan sesuatu yang baik dan berguna bagi dirinya serta agar siswa – siswi tersebut mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal apa yang telah dilakukannya selama berada di dunia Usaha atau dunia Industri sehingga mampu membuat dirinya diperhitungkan di dunia usaha atau dunia industri.
Prakerin memberikan dan sekaligus mengajarkan kepada anak didik akan dan bagaimana kehidupan di dunia kerja. disamping ajang uji coba ilmu yang ia pelajari. melalui
prakerin siswa diharapkan mampu memahami tentang bagaimana tata dan aturan di dunia industri/usaha, sehingga ketika ia nantinya tamat ia sudah benar-benar siap bekerja baik secara keilmuan maupun secara kejiwaan dan mental.

·           Landasan Hukum Prakerin
1.         Undang- undang no 20 tahun 2003, tentang sistem  pendidikan nasional:   Pendidikan  adalah  usaha  sadar  dan  terencana untuk  mewujudkan  suasana  belajar  dan  proses  pembelajaran agar  peserta didik  secara  aktif  mengembangkan  potensi dirinya  untuk  memiliki  kekuatan  spiritual  keagamaan, pengendalian  diri,  kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia, serta  keterampilan  yang  diperlukan  dirinya,  masyarakat, bangsa  dan  negara.
2.         Kepmen  pendidikan  dan  kebudayaan  no  323/u/1997, tentang penyelenggaraan  prakerin  SMK
3.         Peraturan  Pemerintah   No. 29 tahun 1990 tentang  Pendidikan Menengah  yang  antara  lain :
a.         Penyelenggaraan  sekolah  menengah  dapat  bekerja sama  dengan  masyarakat  terutama  dunia  usaha / industri dan  para  dermawan  untuk  memperoleh   sumber  daya dalam  rangka  menunjang  penyelenggaraan  dan pengembangan  pendidikan.
b.        Pada  sekolah  menengah  dapat  dilakukan  uji  coba gagasan  baru  yang  diperlukan  dalam  rangka pengembangan  pendidikan  menengah.
4.         Kepmendikbud No. 080/V/1993 tentang kurikulum sekolah menengah kejuruan yangmenyatakan :
a.         Menggunakan  unit  produksi  sekolah  beroperasi secara  professional  sebagai  wahana  pelatihan  kejuruan.
b.        Melaksanakan  sebagai  kelompok  mata  pelajaran kejuruan  di  sekolah,  dan  sebagailainnya  di  dunia  usaha dan industri.
c.         Melaksanakan  kelompok  mata  pelajaran  keahlian kejuruan  sepenuhnya  di  masyarakat  dunia  usaha  dan industri.

·           Tujuan diadakannya PRAKERIN adalah :
1.         Mengimplementasikan materi yang selama ini didapatkan di sekolah;
2.         Membentuk pola pikir yang membangun bagi siswa-siswi PRAKERIN;
3.         Melatih siswa untuk berkomunikasi/ berinteraksi secara profesional didunia kerja yang sebenarnya;
4.         Membentuk semangat kerja yang baik bagi siswa-siswi PRAKERIN;
5.         Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang dimiliki oleh siswa-siswi PRAKERIN sesuai bidang masing-masing;
6.         Menambah jenis keterampilan yang dimiliki oleh siswa agar dapat dikembangkan dan di Implementasikan dalam kehidupan sehari-hari;
7.         Menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia industri maupun dunia usaha.

·           Manfaat prakerin adalah :
1.         Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan semanagat kerja yang sesuai dengan tuntutan
lapangan kerja.
2.         Memperkokoh hubungan sekolah dengan Dunia Industri dan Dunia Usaha.
3.         Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas.
4.         Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari
proses pendidikan.
5.         Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sesuai dengan tuntutan zaman di era Teknologi Informasi dan Komunikasi.

·           Adapaun fungsi diadakannya Prakerin adalah:
1.         Mengimplementasikan materi yang selama ini dipelajari di sekolah
2.         Membentuk pola pikir yang membangun bagi siswa
3.         Melatih siswa untuk berkomunikasi/berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang Sebenarnya
4.         Membentuk semangat kerja yang baik bagi siswa
5.         Menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
·           Kewajiban Siswa ditempat PRAKERIN adalah :
1.         Melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang telah disepakati;
2.         Mematuhi setiap Instruksi ditempat kerja;
3.         Menjaga nama baik Lembaga Pendidikan (Almamater), Dunia Usaha dan Dunia Industri;
4.         Melakukan Observasi dan Penelitian yang mempunyai tujuan Positif;
5.         Bertanya kepada pihak yang berkompten apabila kurang paham/ dimengerti.
Maka oleh karena itu, prakerin harus menjadi sesuatu yang prioritas bagi setiap penyelenggara pendidikan SMK, untuk mengembangkan dan menciptakan lulusan yang handal dan siap bekerja, sesuai dengan semangat SMK itu sendiri.
Dalam proses pengajuan siswa-siswi PRAKERIN wajib mengikuti Prosedur yang ditetapkan oleh lembaga, Dunia Industri maupun Dunia Usaha. Setiap lembaga, Dunia Industri maupun Dunia Usaha tentu saja memiliki Prosedur yang berbeda-beda tergantung dari kondisi masing-masing Dunia Industri maupun Dunia Usaha terkait.
Read more ...

Saturday, January 2, 2016

Mendikbud: Evaluasi kurikulum 2013 sudah tuntas

 Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, selama setahun terakhir ini Kemendikbud terus melakukan evaluasi Kurikulum 2013. Akhir tahun ini, evaluasi Kurikulum 2013 tersebut telah selesai dilaksanakan dan akan segera diinformasikan kepada masyarakat.

“Evaluasi kurikulum alhamdulillah sudah tuntas. Road map atau peta jalan (Kurikulum 2013) juga sudah siap. Akan segera kami publikasikan,” ujar Mendikbud saat konferensi pers akhir tahun 2015 di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Ia mengatakan, setidaknya ada dua aspek yang dievaluasi dalam Kurikulum 2013, yaitu desain Kurikulum 2013 dan dokumen Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 saat ini masih dilakukan secara bertahap sambil menunggu hasil evaluasi Kurikulum 2013.

Mendikbud juga membantah kabar yang beredar mengenai penggantian nama Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Nasional. Kurikulum nasional, katanya, bukanlah nama baru dari Kurikulum 2013, melainkan bermakna bahwa kurikulum tersebut berlaku secara nasional. “Tidak ada Permendikbud yang menyebut tentang Kurikulum Nasional,” tegasnya.


Menteri Anies menuturkan, implementasi Kurikulum 2013 akan tetap dilanjutkan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dirampungkan Kemendikbud. “Kita ingin proses perbaikan kurikulum tidak dipandang sebagai satu-satunya cara meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Ini hanya salah satu caranya,” ujarnya.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id
Read more ...

Wednesday, December 23, 2015

Jadwal Penerapan Kurikulum Nasional Secara Serentak

Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat pagi rekan guru semuanya, semoga info ini bermanfaat untuk para pembacanya. Tren ganti menteri ganti kurikulum, bakal terus berlanjut. Namun, Kurikulum Nasional sejatinya bukanlah produk baru, melainkan hasil evaluasi dan penyempurnaan Kurikulum 2013 (K-13). Kesiapan guru dan buku penunjang pun dinilai mutlak dilakukan sebelum penerapan Kurikulum Nasional serentak diterapkan pada 2018.


Pengamat pendidikan Kaltim, Nanang Rijono, mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) wajib menyiapkan tenaga pendidikan yang paham menerapkan Kurikulum Nasional. Jangan sampai berlaku sama dengan K-13 yang sempat memicu penolakan hingga berujung moratorium.

 “Pembekalan guru sebagai eksekutor di lapangan harus jadi perhatian, kalau perlu dimulai dari daerah pinggiran karena guru di sana sulit akses informasi,” kata Nanang kepada Kaltim Post, kemarin.

Dia memaparkan, K-13 yang diimplementasikan secara bertahap dan terbatas pada tahun pelajaran 2013/2014 pada 6.326 sekolah se-Indonesia perlu banyak evaluasi. Peninjauan kembali alias moratorium melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 160/2015, ungkap dia, merupakan langkah yang tepat. Sebab, guru dan buku penunjang tidak siap di semua sekolah, dari jenjang SD hingga SMA sederajat.

Sejumlah perbaikan fundamental, lanjut dia, mesti dilakukan. Kurikulum Nasional harus sesuai namanya. Mampu mengakomodasi semua kebutuhan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki beragam perbedaan. Mulai budaya, adat istiadat, sampai lingkungan. Sekaligus melibatkan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk memastikan muatan lokal ada dan sesuai dengan kondisi setiap sekolah.

“Tidak bisa disamakan, sekolah sekarang kan beraneka ragam, ada yang sekolah pinggiran serba kekurangan, ada juga sekolah yang benar-benar mapan dari berbagai aspek dari guru hingga fasilitas,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, wacana kurikulum baru pengganti K-13 sudah santer beredar. Rencana tersebut dianggap lebih baik dari K-13 yang dimoratorium pelaksanaanya oleh Mendikbud Anies Baswedan, tahun lalu.  “Wacana Kurikulum Nasional karena sistem pendidikan kita memang sudah usang, tapi perubahan yang terjadi terus-menerus juga sangat tidak efisien dan dapat menghilangkan prinsip dasar pendidikan sebenarnya,” ujar Asli.

 Dia memastikan, Kurikulum Nasional bakal lebih baik dari K-13. Sebelum diterapkan bakal dilakukan serangkaian uji coba, diskusi para akademisi, dan evaluasi. “Bukan sekadar ganti nama, tapi memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia,” terangnya. 
Read more ...

Saturday, September 26, 2015

MENPANRB dan MENDIKBUD Sepakat Gaji guru Honorer setara UMP

Beberapa bulan yang lalu pada saat peringatan hari guru tahun 2014 Mendikbud Anies Baswedan menjanjikan kenaikan gaji guru honorer. Keinginan tersebut sekarang sudah disepakati MenpanRB. Sebagaimana diketahui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi tidak hanya akan mengangkat guru honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS tanpa tes, MenPAN-RB juga berjanji akan mengupayakan peningkatan honorarium guru honorer setara upah minimum pendidikan (UMP).

"Dari 10 poin tuntutan honorer K2, ada permintaan menaikkan gaji sesuai UMP. Ini akan kami pikirkan karena memang standar kesejahteraannya sangat rendah," kata Menteri Yuddy, Selasa (15/9).

Dia mengakui, pemerintah selalu mengurusi kaum buruh sehingga gajinya rata-rata di atas Rp 2 jutaan. Sementara honorer yang gajinya di bawah Rp 200 ribu belum tersentuh fasilitas, seperti gaji yang layak dan akses kesehatan melalui BPJS.

"Kami akan bahas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) soal UMP ini. Namun besarannya nanti disesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing, karena kewenangannya ada di daerah. Sedangkan masalah akses kesehatan, juga akan kami upayakan masuk dalam peserta BPJS," bebernya.

Dia menambahkan, ada banyak daerah yang mau‎ membayar honorarium honorer sesuai UMP, namun tidak sedikit juga yang kesulitan bayar karena PAD-nya kecil. Itu sebabnya, berapa standarnya dikembalikan ke daerah masing-masing. 
Read more ...

Thursday, September 17, 2015

Dinamika Pendidikan : Perubahan Untuk Menyongsong Masa Depan

Perubahan demi perubahan dalam dunia pendidikan akan selalu mengalami perubahan sesuai dengan perubahand an perkembangan zaman. perubahan tersebut terjadi salah satunya karena faktor kebijakan pemerintah, sehingga perubahan aturan dalam pendidikan harus di cermati sedemikian rupa. kebijakan pemerintah yang berdampak terhadap proses pelaksaan pendidikan itu sendiri, dalam setiap daerah memiliki keragaman sesuai dengan situasi dan kondisi dari masing-masing instansi lembaga pendidikan.

Banyak probelm pendidikan yang telah muncul kepermukaan, yang dilatarelakangi oleh kebijakan pemerintah itu sendiri, salah satunya perubahan kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berubah kebijakan dengan mengimplementasikan K.13, secara otomatis akan merubah sistem yang ada dalam dunia pendidikan, walaupun aspek positif dan negatifnya terhadap kurikulum tersebut sama-sama ada.

 Berkaitan dengan dinamika pendidikan yang secara continuitas terjadi perubahan, maka di situ pula setiap instansi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan di segala aspek, sehingga maju dan mundurnya suatu lembaga pendidikan sangat erat kaitannya dengan managemen, baik managemen SDM maupun Managemen di sekolah itu sendiri.

Dengan demikian perubahan dalam lembaga pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman yang ada, dan bentuk kompetisi antar lembaga juga akan terjadi. 
Read more ...

Friday, August 21, 2015

Para Siswa Mengikuti Olimpiade Robot di UII

Sebanyak 400 peserta akan mengikuti International Islamic School Robot Olympiad IV/2015 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 19-21 Agustus 2015.
para peserta olimpiade robot yang mempertandingkan sembilan kategori lomba itu berasal dari beberapa negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Mesir, dan Indonesia.
"Kategori lomba yang diadopsi dari berbagai kompetisi robot bergengsi tingkat dunia itu adalah Sumo Robot, Transporter Robot, Theatre Robot, Soccer Robot, Low Cost Robot, Rescue Robot, Aerial Robot, Mission Challenge Robot, dan Under Water Robot," kata Beni.
Ia mengatakan IISRO dijadwalkan akan dibuka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya akan diselenggarakan acara malam budaya, Kamis malam (20/8/2015).
Acara tersebut akan menampilkan pemenang Theatre Robot dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa UII bidang seni budaya yakni Tari Saman, Tari Borneo Malenggang, paduan suara mahasiswa, dan marching band.
"Pengumuman pemenang, pembagian hadiah sekaligus penutupan akan dilaksanakan Jumat (21/8) malam, dan akan dimeriahkan oleh penampilan Group Nasyid Syahada UII," kata dia.
Menurut Beni, penyelenggaraan IISRO IV/2015 itu memperoleh dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah DIY.
"IISRO 2015 akan digelar di Kampus Terpadu UII dengan venue utama di Gedung Olah Raga (GOR) UII dan Auditorium Kahar Muzakkir," kata Beni.
Wakil Rektor III UII Abdul Jamil mengatakan peserta sebanyak 400 siswa itu terdiri atas 70 siswa berasal dari luar negeri dan 330 siswa dari seluruh Indonesia.
"Sebetulnya Palestina akan mengirimkan sembilan siswa dan tiga guru untuk ambil bagian dalam olimpiade robot tersebut. Namun karena terkendala visa, tim Palestina yang bernama The Golden Brains itu akhirnya tidak jadi hadir," ujarnya.
Sumber : Kompas.com
Read more ...

Wednesday, August 5, 2015

Pelatihan Untuk Guru Masih Kurang Memadai



Pelatihan bagi guru yang bertujuan meningkatkan mutu tenaga pendidik belum memadai. Meskipun program pemerintah mengenai pelatihan untuk guru masih memiliki banyak kekurangan, dan tidak tepat sasaran.

"Pemerintah belum sistematis dalam mengupayakan peningkatan kompetensi guru. Jumlah pelatihan yang digelar tidak sebanding dengan jumlah guru yang ada," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo.

Menurut dia, banyak permintaan dari guru di sejumlah daerah agar pemerintah mengadakan pelatihan yang terarah dan berkesinambungan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan zaman sekarang menuntut perbaikan dari berbagai kemampuan guru, yang diharapkan nantinya akan brdampak terhadap majunya suatu pendidikan.

"Setiap tahun, hanya sekitar 500 guru di kabupaten atau kota yang punya kesempatan mengikuti pelatihan. Padahal, jumlah guru dalam satu kabupaten atau kota bisa mencapai 10.000 guru," katanya, menggambarkan kondisi di lapangan. Ia menilai, pelatihan selama ini belum sesuai dengan kebutuhan guru. Selain itu, pelaksanaan program pelatihan juga lebih sering berbasis proyek tanpa evaluasi yang jelas.

Anggaran dinaikkan

Sulistiyo berpendapat, pemerintah perlu memetakan kompetensi guru melalui tes yang komprehensif. Uji kompetensi harus menilai aspek profesional, pedagogik, individual, dan sosial. Selanjutnya, guru dapat diklasifikasikan berdasarkan kompetensi sehingga program pelatihan sesuai dengan kebutuhan.
Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan sudah mulai membuat program pelatihan terkonsep.

"Tes kompetensi untuk semua guru akan selesai akhir tahun ini. Lalu, kami akan membuat 10 kelompok berdasarkan skor. Awal 2016, kami akan memberikan modul dan pelatihan sesuai kebutuhan," ujar Sumarna. Pihaknya menyiapkan 190 modul berdasarkan kelompok mata pelajaran dan keahlian.

Menurut Sumarna, ada 700.000-800.000 guru yang mendapat pelatihan setiap tahun. "Tahun depan, kami ingin semua guru mendapat pelatihan. Anggaran pelatihan juga akan dinaikkan mencapai 2-3 kali lipat dari sebelumnya," katanya. 

Sumber : Kompas
Read more ...
Designed By Faisol Akhmad